Ford Berikan 1.000 USD Untuk Dealer Yang Perbaiki Airbag Ranger
Ford sedang mencoba untuk memberikan insentif kepada dealernya di AS untuk mencari dan memperbaiki semua Ranger pick-up 2006 yang terganggu oleh potensi masalah airbag Takata. Pada bulan Februari lalu, lebih dari 33.000 pemilik Ranger disarankan untuk tidak mengemudikan pickup mereka.

Menurut juru bicara Ford, Elizabeth Weigandt, produsen mobil telah memperhitungkan atau sudah memperbaiki sekitar 75% dari mereka. Namun, "langkah-langkah tambahan, belum pernah terjadi sebelumnya" seperti menawarkan insentif dealer untuk menemukan truk yang tersisa dianggap perlu.
Sekarang, dealer Ford bisa mendapatkan 1.000 USD untuk setiap Ranger yang mereka temukan dan perbaiki. Masalahnya adalah inflator airbag yang diproduksi oleh Takata dapat meledak dan memuntahkan pecahan logam di dalam kabin. Itu sebabnya perusahaan Jepang mengajukan perlindungan kebangkrutan musim panas lalu, dan juga mengapa sebanyak 35 juta mobil yang dilengkapi inflator Takata sejauh ini telah ditarik ke seluruh dunia.
"Kami ingin mendapatkan kendaraan ini secepat yang kami bisa," kata Weigandt dalam wawancara dengan Automotive News. "Kami hanya tidak ingin pelanggan kami mengendarai kendaraan ini sama sekali." (carscoops 9/8/2018)



Menurut juru bicara Ford, Elizabeth Weigandt, produsen mobil telah memperhitungkan atau sudah memperbaiki sekitar 75% dari mereka. Namun, "langkah-langkah tambahan, belum pernah terjadi sebelumnya" seperti menawarkan insentif dealer untuk menemukan truk yang tersisa dianggap perlu.
Sekarang, dealer Ford bisa mendapatkan 1.000 USD untuk setiap Ranger yang mereka temukan dan perbaiki. Masalahnya adalah inflator airbag yang diproduksi oleh Takata dapat meledak dan memuntahkan pecahan logam di dalam kabin. Itu sebabnya perusahaan Jepang mengajukan perlindungan kebangkrutan musim panas lalu, dan juga mengapa sebanyak 35 juta mobil yang dilengkapi inflator Takata sejauh ini telah ditarik ke seluruh dunia.
"Kami ingin mendapatkan kendaraan ini secepat yang kami bisa," kata Weigandt dalam wawancara dengan Automotive News. "Kami hanya tidak ingin pelanggan kami mengendarai kendaraan ini sama sekali." (carscoops 9/8/2018)


















0 komentar: