Tahun 2017 Konsumen Tidak Peduli Dengan Model Apapun
MODCOM, Jakarta - Kondisi pasar otomotif nasional masih belum membaik hingga tahun depan. Ibarat penyakit, virus yang menjangkiti pasar otomotif Indonesia sudah menyebar kemana-mana. Tahun 2016 ini pasar otomotif yang sudah menderita lebih dari 2 tahun itu memakan korban, yaitu hengkangnya Ford dan Mazda. Dulu jamannya saya masih aktif sebagai pelaku bisnis otomotif, kami selalu berprinsip Badai Pasti Berlalu. Tetapi kapan badainya akan menjauh dari daerah kita? kata Bebin Djuana, pengamat otomotif nasional yang sudah berpuluh tahun malang melintang di dunia otomotif ini.
Menurut Bebin, yang sekarang aktif menulis otomotif di harian Kompas dan menjadi pengasuh Tanya jawab soal otomotif di Radio Sonora, meski badainya masih berkecamuk, Agen Pemegang Merek (APM) tidak tinggal diam. Kami harus berfikir dan mencari solusi untuk mengatasi krisis ini. Waktu itu pilihannya adalah berkomunikasi dengan principal untuk membawa produk baru yang diharapkan dapat merangsang pasar, kata pria berpostur tubuh tinggi besar ini. Tapi kita musti punya alasan yang kuat serta membawa hitung-hitungan bisnis yang matang sehingga principal mendukung menghadirkan produk baru yang kita mau, imbuhnya.
Sebagai praktisi otomotif yang kini sudah berada di luar area kepentingan brand, Bebin mengaku tidak tahu lagi seperti apa langkah yang dilakukan kawan-kawannya yang masih aktif di dalam lingkaran merek-merek otomotif yang masih eksis di Tanah Air. Yang pasti merek otomotif yang ada di daerah Sunter, Jakarta Utara masih sangat kuat pada tahun 2017, katanya menyebut merek Toyota. Saya lihat Honda bisnisnya juga mulai bagus, imbuhnya.
Ya, tahun 2017 Toyota masih tetap memimpin pasar otomotif nasional. Honda yang kini modelnya semakin bertambah juga berpotensi akan semakin baik lagi. Apalagi, bulan November lalu, target penjualan Honda tahun 2016 sudah terlampaui. Desember ini mereka tinggal memetik bonusnya. Sekarang ini Honda memiliki senjata dari desain dan teknologi, timpalnya
Bagaimana dengan brand Suzuki yang pernah membesarkannya? Menurut Bebin, kalau Suzuki bisa bergerak cepat dan cerdas, setidaknya ada dua produk baru yang diyakini akan menggerakkan penjualannya pada tahun 2017. Ya, Suzuki Ignis dan Jimny yang sudah dipajang di arena GIAS 2016, Agustus lalu. Sayangnya sampai hari ini kita tidak tahu kelanjutannya. Kapan akan dipasarkan dan dengan harga berapa? beber Bebin.
Menurut Bebin, kalau Suzuki dapat menghadirkan Ignis secara lengkap (pilihan transmisi manual dan matik), maka model ini dapat mendobrak pasar. Begitupun Jimny yang sudah punya penggemar sendiri di Tanah Air. Harusnya dalam 2-3 bulan setelah pameran, Suzuki sudah bisa memutuskan keberadaan Ignis dan Jimny itu, katanya.
Kondisi ekonomi yang belum seperti yang diinginkan pelaku pasar, menurut mantan petinggi Hyundai Mobil Indonesia ini makin sulit memprediksi bagaimana daya serap pasar otomotif tahun depan. Menurutnya, konsumen sudah tidak lagi peduli dengan model. Sekarang konsumen lebih realistis dengan uang yang dimilikinya, bebernya.
Dengan uang yang ada, focus konsumen tidak neko-neko lagi. Tetapi, model mobil dengan kapasitas dan daya angkut besar masih menjadi pilihan utama. Konsumen tidak lagi memilih model MPV, SUV atau crossover. Yang penting bisa muat banyak. Setidaknya bisa menampung 7 penumpang sekaligus, urai Bebin.
















0 komentar: